PELATIHAN DASAR PENGUATAN KAPASITAS PSJM UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PENDIDIKAN

0

Universitas Muhammadiyah Gorontalo (UMGO) melalui LP3M mengadakan Pelatihan Dasar Penguatan Kapasitas PSJM bertempat di Gedung Rektorat Lantai 3. Pelatihan yang berlangsung selama 2 hari [ 27 – 28 Februari 2025] dibuka secara langsung oleh Wakil Rektor Bidang Akademik yang dihadiri oleh seluruh PSJM Program Studi dan Fakultas. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan terkait dengan penjaminan mutu pendidikan tinggi di tingkat universitas serta mempersiapkan program studi dalam menghadapi standar mutu yang berlaku secara nasional.

Pelatihan ini terdiri dari tiga materi utama yang sangat relevan dengan pengelolaan kualitas pendidikan tinggi.

Materi 1: Evaluasi Diri dan Pengembangan Program Studi – Prof. Dr. Ansar, M.Si

Pentingnya evaluasi diri sebagai langkah awal dalam mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam sebuah program studi. Laporan evaluasi diri merupakan dokumen yang tidak hanya menggambarkan status capaian masing-masing kriteria, tetapi juga memuat analisis atas ketercapaian atau ketidaktercapaian suatu kriteria.

Para peserta diajak untuk mempelajari cara-cara melakukan evaluasi yang efektif, serta bagaimana hasil evaluasi tersebut dapat digunakan untuk merancang strategi pengembangan program studi agar lebih memenuhi standar kualitas yang diharapkan.

Materi 2: Standar Mutu Pendidikan Nasional, Pendidikan Tinggi, dan Internal Perguruan Tinggi – Prof. Dr. Elya Nusantari, M.Pd

Mengulas tentang standar mutu pendidikan nasional, pendidikan tinggi, hingga standar internal perguruan tinggi. Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) perguruan tinggi dirancang untuk memastikan bahwa kualitas pendidikan yang diberikan oleh perguruan tinggi dapat terjaga dan ditingkatkan secara berkelanjutan. Keterlibatan seluruh stakeholder, termasuk dosen, mahasiswa, tenaga kependidikan, dan pihak eksternal seperti industri dan alumni, sangat penting dalam menjaga mutu pendidikan. Evaluasi dan penilaian berkelanjutan diperlukan untuk mengetahui apakah tujuan mutu tercapai dan di mana perbaikan dibutuhkan. Berdasarkan hasil evaluasi, perguruan tinggi harus melakukan perbaikan dan peningkatan secara berkelanjutan untuk mencapai standar mutu yang lebih baik. Kurikulum yang relevan, sistem penilaian yang objektif dan transparan serta evaluasi berkala terhadap hasil pembelajaran penting untuk menjaga kualitas. Perguruan tinggi harus memiliki manual mutu yang menjelaskan prosedur-prosedur standar dalam kegiatan akademik dan administrasi untuk memastikan kualitas yang terjaga.

Materi 3: Manual Mutu dan Standar Operasional Prosedur – Dr. Djuna Lamondo, M.Si

Pentingnya memiliki manual mutu dan standar operasional prosedur yang jelas di setiap program studi dan unit di dalam perguruan tinggi. Manual mutu berfungsi sebagai pedoman dalam menjaga konsistensi dan keberlanjutan kualitas pendidikan yang dihasilkan. Sedangkan SOP membantu dalam memastikan bahwa setiap proses pendidikan dijalankan dengan cara yang terukur, efisien, dan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Peserta diajak untuk menyusun dan memformulasikan SOP yang relevan dengan kegiatan di masing-masing program studi, serta belajar bagaimana menerapkan manual mutu secara efektif.

Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas PSJM, membantu meningkatkan kualitas pendidikan secara menyeluruh. Dengan pemahaman yang lebih baik tentang evaluasi diri, standar mutu, serta manual mutu dan SOP, diharapkan setiap program studi di universitas ini dapat menjalankan proses pendidikan yang berkualitas dan sesuai dengan standar yang diharapkan oleh masyarakat dan pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *